Liburan Murah ke Pulau Tidung

2012/01/09 |
Perjalanan Menuju Tempat Baru Selalu Menarik Perhatian
Tahun baru 2012 kmaren gue dan temen2 gw berwisata ke Pulau seribu. Tepatnya Pulau Tidung. Hari H kami berangkat rada ngaret dari perjanjian jam setengah 5. Berhubung nyari taxi dan log book gue pake acara ketinggalan di kostan. Bukan log book penting, tapi isinya ada uang anak2 jalan2. Hahaha.
Tiba di Muara Angke, buset!!! rame beuddd, macet sebelum pintu masuk. Akhirnya kita memutuskan untuk turun dan jalan kaki sambil menikmati kearifan penduduk lokal Muara Angke. Sampainya di dermaga, yup! begitu banyak orang yang ingin berpergian ke pulau seribu. Gak hanya kami berdelapan yang ingin pergi ke Pulau Tidung. Kami memilih bang Bewok sebagai provider wisata kami. Yaa jelas, selain rekomendasi dari Irvan. Bang Bewok juga katanya memberi harga paling murah. Selain itu gue harus datang lah yaa, soalnya gue yang build situs wisatanya dia. Gak enak aja rasanya kalo cuma ngebayangin dari foto dan cerita-cerita aja. Yang terpenting adalah, kebersamaan bersama temen-temen gue, selagi gue ada di Jakarta kenapa tidak. Jadi gue putusin, gue berangkat dengan mengesampingkan keuangan gue yang "mepet puooll".
Hampir tiga jam di dermaga Muara Angke, mengantri dan kebingungan kapal mana yang harus kita naiki karena bang Bewok juga mengurusi tamunya yang lain. Sempet dari pihak Dinas Kelautan Muara Angke memberika notification lewat pengeras suara bahwa "Tidak ada kapal lagi, kapal akan disediakan kembali pukul 10.00". Eaaaaa kecewa penonton, Irvan dan Rio mendekat merapat disusul anak-anak mengerubungi bang Bewok. Seperti biasa gue asik sendiri menikmati hiruk piuk pelabuhan Angke karena suasana ini tidak gw dapatkan setiap hari.
"Nuuuyyy !! ", Rio memberikan kode dari jauh untuk meengikutinya. Dengan cepat gue mengikuti dan menyalip diantara badan-badan orang, toleh depan belakang kanan kiri, Regen memberi kode untuk menunggunya. Sejurus kemudian. "Nuy, pantau gue", teriak Rio dari kejauhan. Dan sampailah kita di kapal yang entah atas komando siapa kita semua naik ke kapal itu. Rio ngasih kode lagi buat naro tas di depan kaca. Gue milih buat masuk ke dalam lambung kapal. Pengen duduk rasanya badan pegel belum tidur dari jam 1 malam. Sejam perjalanan gue gak kuat di dalam, selain bocor dari atas, bau muntah mulai menyebar. Akhirnya gue putusin "menyerah" untuk keluar dan bergabung dengan anak-anak. Dapet posisi enak di atas kapal.
Nah loh!, Pak Supir yang belakangan gue tahu kalo untuk kapal disebut Nakhoda ini bilang kita merapat dulu karena ombaknya mulai membesar.
Disini kondisi Gigon, Fadli, disusul Irvan mulai menurun, Gue pun mulai merasakan pusing. Yang akhirnya gue tahu kalo gue pusing karena mengantuk dan butuh merem. Hahahaha
Sampai lah kita di dermaga Pulau Tidung. Wihhh cakep banget emang, beberapa meter dari bibir pantai, pasirnya bersih dari rumput laut dan putih hingga terlihat bening airnya. Tau apa yang ada dipikiran gue seketika melihat pemandangan ini. Serius!! ini menciptakan magnet sendiri ke tubuh loe, untuk mengaktifkan automatic receptor, menggerakkan tubuh loe secara otomatis untuk LOMPAAATTTT & SWIM SWIM LA LA LA LAAAA !!!!
- [] -
Kebersamaan Tanpa Batas
Kapal merapat ke dermaga Muara Angke, gue lihat dengan sigap Irvan melangkah menyeberang diantara kapal-kapal, yang belakangan gue tahu kalo ternyata Irvan pengen cepet-cepet nginjak daratan. "Pusing brow!!", celetuknya. Disusul yang lain dengan cekatan seperti sudah ahli nih anak-anak dalam hal lompat melompat.
Di Dermaga Muara Angke, bang Bewok sudah berpesan, sampai di Tidung kami disuruh mencari Guide yg bernama Xmay (mungkin seperti ini penulisan namanya kali yaa), Diberikan nomer Handphone Xmay oleh bang Bewok. dan Xmay sudah menunggu kami di dekat pos Polisi di depan dermaga Tidung. Kami langsung dibawa Xmay menuju Homestay. Lagi-lagi mata gue tidak berhenti menikmati kearifan penduduk lokal pulau Tidung ini.
Taraaaaa!! Tiba di Homestay, akhirnyaaaa!!! Fiuhhh. 5 jam perjalanan browwww!! Diombang ambing ombak besar, maklum cuaca khas awal tahun. Kalo cuaca bagus cuma 3 jam perjalanan denger-denger. Homestaynya dong bosss!!! mantap!!! bersih, rapi, yang belakangan gw tahu kalo ini adalah rumah penduduk yang sudah membuat perjanjian oleh bang Bewok untuk dijadikan Homestay. Jadi gak enak nih rasanya kalo bikin kotor, rumah orang soalnya.
Xmay bilang jam 2 kita akan snorkling, sekarang silahkan bersantai, istirahat dan makan siang dulu. Sambil Xmay terus standby di sekitaran Homestay. Wahh mantap yaa pelayanannya. Memang nih bang Bewok gak salah pilih.
Jam 2 dan kami ber delapan bergegas ke basecamp bang Bewok untuk mengambil peralatan snorkling. Kita gotong sendiri tuh Lifejacket, Google, sm alat snorkle nya sampai ke pantai. Ternyata di pantai juga banyak orang-orang yang akan melakukan snorkling. Kita naik kapal tradisional yang lebih kecil. Hoeeeeeee !! Lautan !!! Gw siap ber-snorkling untuk pertama kalinya !!!!!
Berhubung cuaca cerah namun berangin sehingga ombak rada besar jadi kami hanya bersnorkling di satu tempat. Biasanya sih 5 spot snorkling. Tapi worthed buat gue yang baru pertama kali merasakan snorkling.
Selsai snorkling, beres2 di homestay, dan acara bebas sampai nanti malam ada bakar-bakar ikan. Hellloooo ini New Year di Tidung, bro ! Acara malam ini habis dan siap menyambut 2012.
Acara pagi ini beres2 dan persiapan untuk balik ke Jakarta. Di dermaga kita dibekalin tiket perjalanan pulang sm bang Bewok. Masing2 orang dapat satu tiket. Kali ini suasana kapal lebih lega. Kita memilih tempat di deck atas blakang kapal. Lumayan buat berjemur, main kartu, dan lihat2 pemandangan.
Tiba di Jakarta, dermaga Muara Angke. Kita memutuskan untuk chatter angkot sampai ke Cempaka Putih. Seru banget, rame2 naik angkot berdelapan. Kita turun di kampus karena mobil pada diparkir di kampus.
Overall.. perjalanan tahun baru kali ini worthed banget. Mengenai service dari bang Bewok juga oke punya. Silahkan saja kontak bang Bewok di situsnya rajatidung.com
Sekian ...
Regard's BanditHijo